Selasa, 10 November 2009

penginderaan jauh GIS

Penginderaan Jauh Sistem Satelit dan Sistem Informasi Geografi Semakin banyaknya satelit penginderaan jauh yang mengorbit di bumi menandai semakin pesatnya perkembangan teknologi penginderaan jauh dewasa ini. Secara garis besar, satelit penginderaan jauh yang mengorbit di atas bumi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu satelit sumberdaya bumi dan satelit cuaca. Jenis-jenis satelit itu antara lain Landsat, SPOT, NOAA, dan lain-lain. Pada bagian ini hanya diuraikan mengenai satelit sumberdaya bumi Landsat khususnya Landsat yang bekerja dengan sensor Thematic Mapper, yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan.

Landsat merupakan satelit sumberdaya bumi tak berawak yang membawa sensor non fotografik. Satelit Landsat yang hingga akhir ini masih terus berfungsi adalah Landsat generasi kedua, yaitu Landsat-4 dan Landsat-5, yang diluncurkan pada 16 Juli 1982 dan 1 Maret 1984. Landsat-4 dan Landsat-5 telah mengalami perbaikan yang menyangkut resolusi spasial, resolusi spektral dan ketelitian radiometrik (Lindgren, 1985; dalam Sutanto, 1987). Landsat-4 dan Landsat-5 termasuk satelit sinkron matahari, hampir polar, yang mengorbit dengan hampir melewati kutub, memotong arah rotasi bumi, yang dapat meliput hampir seluruh permukaan bumi. Ketinggian orbit Landsat-4 dan Landsat-5 adalah 705 km dari permukaan o terhadap equator atau bumi dengan sudut inklinasi 98,2o dari nominal. Dalam setiap orbitnya diperlukan waktu 8,299 menit atau dalam sehari satelit Landsat Thematic Mapper akan mengorbit bumi sebanyak 14,5 kali dengan resolusi temporal 16 hari. Sensor Landsat-4 dan Landsat-5 2memberikan citra dengan liputan 185x185 km , pertampalan depan 5,4% dan pertampalan samping 7,3 pada wilayah equator dan semakin besar pertampalannya untuk lintang yang lebih tinggi. Landsat TM pada saluran 1 hingga 5 dan saluran 7 memiliki resolusi spasial sebesar 30 meter, sedangkan saluran 6 (inframerah termal) memiliki resolusi spasial sebesar 120 meter. Satelit generasi ketiga adalah Landsat-6 dan Landsat-7 merupakan sistem Landsat yang baru dengan menggunakan sensor ETM (Enhanced Thematic Mapper) pada Landsat 6 dan sensor ETM+ (Enhanced Thematic Mapper Plus) pada Landsat 7. Landsat 6 tidak dapat melakukan fungsinya disebabkan karena kegagalannya dalam mencapai orbit. Sensor ETM+ pada Landsat 7 mempunyai berbagai kelebihan dari seri sebelumnya, yaitu ditambahkannya band 8 (pankromatik) dengan resolusi 15 meter, kalibrasi radiometri 5% (absolute) dan resolusi spasial 60 meter pada saluran inframerah termal. Sampai pada tahun ini (2003), generasi Landsat yang masih beroperasi serta datanya yang masih digunakan adalah satelit Landsat 5 dan satelit Landsat 7 (Bakker dalam Jansen, 2000)
Tabel 2.1. Saluran Spektral Yang Terdapat Pada Sensor ETM+. Panjang Saluran Manfaat Utama Gelombang (um) 1 0,45 – 0,52 Penetrasi ke dalam tubuh air, dan juga untuk mendukung analisis sifat khas penggunaan lahan, tanah dan vegetasi. 2 0,52 – 0,60 Merupakan puncak pantulan vegetasi pada spektrum hijau yang terletak diantara dua saluran spektral serapan klorofil. 3 0,63 – 0,69 Peka terhadap penyerapan kloropil untuk membedakan jenis tumbuhan. 4 0,76 – 0,90 Tanggap terhadap sejumlah biomassa vegetasi yang terdapat pada daerah kajian, membantu identifikasi tanaman dan memperkuat kontras tanaman-tanah maupun lahan-air. 5 1,55 – 1,75 Penentuan jenis tanaman, kandungan air pada tanaman, dan kondisi kelembaban tanah. 6 10,4 – 12,5 Merupakan saluran termal yang bermanfaat untuk klasifikasi vegetasi, analisa gangguan vegetasi, pemisahan kelembaban tanah, dan sejumlah gejala lain yang berhubungan dengan panas. 7 2,08 – 2,35 Penonjolan kenampakan formasi batuan 8 0.50 - 0.90 Merupakan saluran pakromatik dengan resolusi yang lebih baik dibandingkan dengan ketujuh saluran yang lain. Sumber : NASA (2000)

Karakteristik Satelit Quickbird Satelit QuickBird dari Digital Globe mempunyai sapuan (swath ) yang lebar, penyimpanan data on-board yang besar, dan resolusi spasial yang tertinggi dari beberapa satelit 13
komersial pada saat ini. QuickBird didisain untuk efesiensi dan keakuratan citra untuk area yang luas dengan kemampuan akurasi terdepan. QuickBird mampu memperoleh lebih dari 75 juta kilometer per segi data citra satelit tiap perekamannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar